Kamis, 09 Oktober 2014

Museum Angkut Kota Batu, Malang

Kota Batu (dulu merupakan kota Administratif dari Kota Malang) sepertinya tidak kehabisan akal untuk semakin membuat kota mereka menjadi surganya pariwisata. Tidak puas dengan puluhan wahana yang dimiliki Jatim Park 1 dan beraneka ragam hewan asli maupun replica dari dalam maupun luar negeri yang dimiliki oleh Jatim Park 2, sekarang Anda dapat menikmati objek wisata terbaru dari Jatim Park Group ialah Museum Angkut & Movie Star Studio yang kini telah hadir dan siap melengkapi liburan Anda bersama keluarga ketika berada di Kota Wisata Batu.
Museum Angkut & Movie Star Studio dibangun berdekatan dengan area Jatim Park 1 dan Jatim Park 2, dengan konsep perpaduan tempat wisata yang unik yang berisi sejarah dan perkembangan dunia angkutan serta dipadukan dengan Legenda Movie Stars atau para bintang film di jamannya seakan menjadi objek wisatanya para pecinta otomotif dan film. Latar belakang yang sedemikian mungkin disetting sesuai kota-kota dan bangunan eksotis yang ada di Batavia, Eropa dan Amerika juga semakin membuat suasana berlibur akan terasa seperti tempat aslinya. Museum Angkut Malang menawarkan konsep pariwisata yang berbeda dengan objek wisata sekitarnya, desain yang mengesankan dan cukup detail membuat kita seakan-akan berada di dalam dunia tersebut. Ini dikarenakan adanya tema yang disesuaikan dengan masing-masing tempat tersebut.
Bukan hanya itu saja, tempat wisata yang diresmikan bulan Februari 2014 ini membuat decak kagum tidak berhenti dengan adanya kendaraan-kendaraan dari dalam negeri ataupun belahan dunia yang sengaja dipamerkan. Kendaraan-kendaraan tersebut dipamerkan namun ada informasi dari setiap kendaraan yang ditampilkan melalui tulisan maupun layar sentuh interaktif. Beberapa wahana yang akan bisa kita nikmati di Museum Angkut ini diantaranya Zona Edukasi, Zona Jerman, Zona Batavia, Zona Inggris, zona Jepang, Zona Gangster & Broadway, Zona Las Vegas, Zona Itally, Zona Hollywood, Zona Perancis, dan Zona Pasar Apung Nusantara. Adapun D’Topeng Kingdom yang berada di dalam Museum Angkut + Movie Star Studio, disini Anda dipamerkan berbagai model, sejarah dan informasi detail seputar topeng-topeng nusantara maupun luar negeri. Museum Angkut dibuka setiap harinya untuk umum mulai mulai pukul 12.00 hingga 20.00. Pengantrian tiket dapat dilakukan dari pukul 11.00, namun jika musim libur sudah datang dapat dipastikan sekitar jam 10.00 para pengunjung sudah mengambil posisi antrian untuk pembelian tiket masuk. Sedangkan untuk harga tiket yang ditawarkan mulai dari Rp. 50.000 pada weekday (Senin-Kamis) dan Rp. 75.000 pada weekend (Jumat-Minggu/Libur/Hari Besar). Untuk paket wisata Museum Angkut + Movie Star Studio dengan D’Topeng Kingdom dikenakan biaya tiket masuk seharga Rp 60.000 untuk weekday dan Rp 85.000 untuk weekend dan hari libur. Jika Anda membawa kamera entah itu SLR, handycam atau pocket pihak wisata mengenakan biaya tambahan Rp. 30.000 peralat.
Di sudut lain adanya pasar terapung khas Kalimantan yang dipadukan dengan pusat kuliner bisa menjadi pilihan ketika ingin merasakan ragam kuliner yang ditawarkan ketika lelah berkeliling mengelilingi area seluas 3.8 hektar ini. Dengan semua pesona yang dimiliki Museum Angkut Batu ini tidak mengherankan jika konsep objek wisata ini menjadi objek wisata pertama yang berbeda dengan objek wisata lainnya yang ada di Indonesia bahkan Asia Tenggara.
sumber: http://www.malang-guidance.com/ & Phinisi Tour & Travel, Solo.

Sabtu, 07 September 2013

Cave Tubing PINDUL / Susur Goa Pindul & Pantai Indrayanti



Tubing Goa Pindul
Gua Pindul memiliki panjang sekitar 350 m, lebar hingga 5 m, jarak permukaan air dengan atap gua 4 m, dan kedalaman air sekitar 5-12 m. Goa ini memiliki 3 zona. zona terang, zona remang, dan zona gelap. waktu tempuh sekitar 45 menit.

Cavetubing hampir sama dengan rafting. Jika rafting (arung jeram) adalah kegiatan menyusuri aliran sungai dengan menggunakan perahu, maka cavetubing adalah kegiatan menyusuri gua
menggunakan ban dalam. Karena aliran air di Gua Pindul ini tenang maka melakukan cavetubing di Gua  Pindul  ini juga bisa dilakukan oleh pemula maupun anak kecil bahkan wanita hamil pernah.

wisatawan memasuki mulut goa

Ditengah Gua, ada sebuah ruangan yang agak besar, dengan lubang diatasnya
yang warga setempat menyebut sumur terbalik, sinar matahari yang masuk melalui lubang ini membuat suasana semakin indah. Lubang diatas gua inilah dimana seringkali  digunakan sebagai jalan masuk vertikal oleh anggota TIM SAR atau latihan.

Saat anda melakukan susur gua di Gua 
Pindul ini, anda akan menemukan sebuah stalagtit yang sudah menyatu dengan stalagmit sehingga tampak seperti sebuah pilar dengan ukuran lebar lima rentangan tangan orang dewasa(Soko Guru).
Stalaktit terbesar ke 4 di dunia
Stalaktit ini merupakan terbesar di Goa  Pindul dan mempunyai peringkat no 4 di dunia. Stalagtit putting yg masih aktif siap menanti anda dengan tetesan airnya yang konon bisa bikin cantik n’ awet muda, bagi yg lelaki untuk menambah vitalitas telah ditunggu stalagtit jantan, anda cukup memegang aja udah terasa bedannya…tenane’ lek…. Bagi adik-adik di zona terang bisa berenang, lompat indah sambil lihat ikan cukup besar yg memamerkan keindahan tubuhnya.Ada juga Stalagmit dan stalagtit yang menyatu, menjadi yang terbesar ke-4 di dunia, butuh 5 orang untuk melingkarinya, bahkan celahnya hanya cukup dilewati satu orang saja. Besar ditengah-tengah Goa yang katanya sebagai tiang Goa.Keindahan semakin lengkap dengan adanya ornamen disepanjang dinding Goa seperti mahakarya lukisan abstrak yang tak ternilai. Mata kristal Kelelawar bergelantungan menghiasi lorong goa. Terdapat tirai juga yang tersusun dari tetesan air didinding Goa.


Lobang di atap goa






  













(Source: http://www.goapindul.info)